Kamis, 19 Februari 2015

Membunuh tanpa diketahui

Oke, pertama-tama saya meminta maaf karena sudah menelantarkan blog ini beberapa tahun. But let's back to the topic.

Artikel berikut ini saya tulis berdasarkan beberapa sumber tentang bagaimana cara membunuh seseorang tanpa diketahui. Sumbernya adalah beberapa film serta laporan kasus pembunuhan yang saya lihat di berbagai media.

JIKA INGIN MEMBUNUH, JANGAN PERNAH MELUPAKAN HAL-HAL BERIKUT INI:

  • Sarung tangan. Sarung tangan adalah elemen penting dalam membunuh karena menutup sidik jari kita. Bila melupakan sarung tangan, anda TIDAK BOLEH meninggalkan sedikitpun sidik jari dalam ruangan atau tempat pembunuhan karena bukan tidak mungkin jika polisi menangkap Anda melalui sidik jari yang tertinggal.
  • Gunakan alas kaki. Jangan pernah melupakan alas kaki. Ingat, polisi juga dapat melacak jejak kaki anda. Usahakan menggunakan alas kaki yang bersih dan dimiliki oleh banyak orang, bukan tidak mungkin sampel tanah atau kotoran dari alas kaki anda diteliti oleh mereka dan membuat anda tertangkap.
  • Pastikan tidak ada satu barang pun yang menunjukkan identitas anda. Kartu tanda pengenal, sidik jari, pakaian, jejak kaki, rambut, air liur bahkan keringat adalah hal yang wajib ada bersama anda jika anda telah selesai membunuh. Jangan biarkan sehelai rambut ataupun sepercik ludah tertinggal di tempat kejadian.
  • Alibi. Jika anda bisa, bunuhlah orang yang ingin anda bunuh bersamaan dengan diselenggarakannya suatu konser atau acara apapun yang memiliki tiket. Anda dapat membuat alibi dengan cara menunjukkan tiket itu jika ditanya oleh penyidik, namun sebaiknya anda menghadiri acara tersebut kurang lebih selama 30-45 menit untuk mengetahui kondisi acara. Lalu ikutilah perkembangan acara tersebut dari media sosial agar anda mengetahui kondisi dan situasi pada saat acara.
  • Cctv. Pastikan tempat anda membunuh tidak memiliki cctv, karena polisi pasti akan mengecek rekaman cctv di tkp.
  • Komunikasi. Jika memungkinkan, jangan berhubungan dengan korban kurang lebih dua hari sebelum pembunuhan. Jangan sampai polisi menemukan interaksi kalian, apalagi interaksi untuk pergi bersama.
  • Teman. Jika ingin membunuh, jangan pernah menceritakan hasrat anda kepada siapapun, karena bukan tidak mungkin teman anda yang melaporkan anda ke polisi.
  • Cara menyimpan mayat. Cara menyimpan mayat juga merupakan hal yang penting. Sekali lagi, hindari tempat dengan cctv. Jika bisa, buat DNA dari mayat tak terdeteksi, dengan membakar mayat menjadi abu dan menyebar abunya di beberapa sungai atau laut dapat menghilangkan jejak anda.
  • Warga sekitar. Usahakan agar anda tidak terlihat di lokasi sekitar pembunuhan.
  • Reaksi. Jika suatu ketika penyidik mendatangi anda, jangan buat reaksi yang mencurigakan atau panik, buatlah reaksi sedih jika anda telah mengetahuinya atau terkejut jika anda belum mendengar kabar tersebut. Gunakan bahasa tubuh yang lazim dan menunjukkan kerja sama, jangan berlebihan dalam merespon. Jawab pertanyaan dengan sewajarnya, jangan menunjukkan bahwa anda mengetahui kasus tersebut.
JANGAN PERNAH MELAKUKAN HAL INI:
  • Panik. Tak ada pembunuh proffesional yang panik anda harus tenang dan menganggap anda tidak mengetahui apapun.
  • Meninggalkan jejak apapun. Jika anda meninggalkan jejak, anda tamat.
  • Tidak memiliki alibi. Alibi adalah hal yang penting, usahakan anda memiliki alibi pada saat pembunuhan untuk memudahkan anda dalam menghadapi penyidikan

Hal-hal diatas adalah hal-hal yang harus anda perhatikan. Ingat, membunuh bukanlah hanya menghabisi nyawa seseorang, tetapi bagaimana membuat diri kita bebas dari jeratan hukum.

Jumat, 07 Februari 2014

Bahagia

—awalnya, aku menganggap warna laut itu hanyalah biru muda,

—awalnya aku menganggap kita akan bersama dan bahagia selamanya,

—menyenangkan bukan?

Aku tak pernah berpikir bahwa ternyata mencintai seseorang adalah hal yang menyakitkan. Aku hanya tahu bahwa saat mencintai seseorang, akan terasa bahagia saat bahagia saat dapat melihatnya bahagia dan akan terasa menyakitkan saat melihatnya terluka. Saat itu, aku hanya ingin menjadi alasan disetiap senyumnya dan menjadi penghapus air matanya disaat ia menangis, aku hanya ingin menjadikannya milikku, milikku seutuhnya,

—namun saat itu aku masih terlalu naif,

“Maaf—“

—aku masih belum mengerti untuk siapa senyuman itu

“—tetapi aku—“

              —dan siapa penyebab dari semua air mata itu.

              “—a-aku menyukai Jay.”

—pada akhirnya aku mengerti bahwa laut juga berwarna biru tua

—pada akhirnya aku mengerti bahwa kata bersama dan selamanya hanyalah sebuah wacana
—namun tak apa,


—karena selama kau bahagia, semua terasa menyenangkan.